Thursday, March 27, 2014

Jadwal Race Pertandingan MotoGP 2014 Live Trans 7

Jadwal Race Pertandingan MotoGP 2014 Live Trans 7.Jadwal Siaran Langsung MotoGP 2014 Terbaru Lengkap Beserta Daftar Sirkuit Moto GP Dan Jam Tayang Siaran Langsung Trans7 Live.Agar tidak ketinggalan kemeriahan adu balap motor gp, berikut ini info Lengkap Jadwal Motogp 2014 Live Di Trans7 lengkap dengan jam tayangnya, sehinggabagi penggemar moto GP tidak lagi ketinggalan untuk menyaksikan secara Live,

Jadwal Siaran Langsung MotoGP 2014 Live Trans 7

Jadwal Race Pertandingan MotoGP 2014 Live Trans 7
Berikut Di bawah ini adalah Jadwal Race Pertandingan Moto GP 2014 Live Trans 7 terupdate untuk tahun 2014 dan mungkin bisa berubah sewaktu waktu.


Waktu
TempatSirkuitLive Trans7
24 Maret 2014QatarLosailPukul 00:00 WIB
14 April 2014AmerikaAustinPukul 00:00 WIB
27 April 2014ArgentinaTermasPukul 22:00 WIB
4 Mei 2014SpanyolJerezPukul 17:00 WIB
18 Mei 2014PerancisLe MansPukul 17:00 WIB
1 Juni 2014ItaliaMugelloPukul 17:00 WIB
15 Juni 2014CatalunyaCatalunyaPukul 17:00 WIB
28 Juni 2014BelandaAssenPukul 17:00 WIB
13 Juli 2014JermanSachsenringPukul 17:00 WIB
10 Agustus 2014IndianapolisIndianapolisPukul 23:00 WIB
17 Agustus 2014Republik CekoBrnoPukul 17:00 WIB
31 Agustus 2014InggrisSilverstonePukul 17:00 WIB
14 September 2014San MarinoMisanoPukul 17:00 WIB
28 September 2014AragonMotorlandPukul 17:00 WIB
12 Oktober 2014JepangMotegiPukul 10:00 WIB
19 Oktober 2014AustraliaPhillip IslandPukul 10:00 WIB
26 Oktober 2014MalaysiaSepangPukul 13:00 WIB
9 November 2014ValenciaValenciaPukul 18:00 WIB

Jadwal Race Pertandingan MotoGP 2014 Live Trans 7

Moto gp merupakan pertandingan race atau balap Moto GP yang paling bergengsi di seluruh dunia, yang disiarkan secara langsung live Trans 7.Daftar tabel diatas merupakan Jadwal Race Pertandingan MotoGP 2014 Live Trans 7 dan bisa berubah sewaktu waktu.

Wednesday, March 26, 2014

Gunung Semeru Mahameru Puncak Tertinggi di Jawa

Gunung Semeru Mahameru adalah gunung berapi dengan nama puncaknya Mahameru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa yang masih termasuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang merupakan salah satu objek wisata jawa timur yang paling diminati oleh wisatawan.

Gunung Semeru Mahameru

Menurut Legenda Gunung Semeru Mahameru yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran oleh masyarakat Jawa yang berasal dari abad ke-15,bahwa pada zaman dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa. Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman. Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa. Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewata, Hyang, dan mahluk halus. Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

Gunung Semeru Mahameru Puncak Tertinggi di Jawa

Karena Gunung Semeru Mahameru adalah gunung paling tinggi di Pulau Jawa sehingga banyak para pecinta trekking dari dalam negeri maupun luar negeri terkesan untuk mendaki dan menklukkan kemegahan Gunung Semeru Mahameru Puncak Tertinggi di Jawa. Orang yang berhasil pertama kali  mendaki gunung semeru adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dengan memakai jalur pendakian gunung semeru sebelah barat daya lewat Widodaren, Dan pada umumnya jalur pendakian semeru mahameru melalui lereng sebelah utara yaitu melewati Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti jalur pendakian sekarang ini.

Monday, March 10, 2014

Jalur Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah

Jalur Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi meningkatkan status Gunung Slamet, Jawa Tengah, menjadi waspada (level II).Kepala Badan Geologi Surono melalui siaran pers yang diterima Antara, di Purbalingga, Senin malam (10/3/2014), Gunung Slamet yang berada di antara Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang mengalami peningkatan kegempaan.
Jalur Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah

Jalur Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah

Gunung slamet adalah salah satu objek wisata jawa tengah yang terpopuler.Namun dengan adanya peningkatan kegempaan tersebut Jalur Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah ditutup sementarasejak hari Senin, 10 Maret 2014, pukul 21.00 WIB, status Gunung Slamet ditingkatkan dari normal (level I) menjadi waspada (level II)," katanya.
   
Terkait peningkatan status gunung slamet jawa tengah, pihak penanganan bencana gunung menyarankan agar masyarakat atau wisatawan tidak beraktivitas atau melakukan pendakian hingga radius 2 kilometer dari kawah Gunung Slamet.
   
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga telah menutup sementara jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, sejak Senin malam (10/3/2014).
    
Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Prayitno mengatakan bahwa penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan atas saran petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Kabupaten Pemalang.Gunung slamet merupakan gunung tertinggi ke dua di pulau jawa.

Jalur Pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah Ditutup

Gunung slamet  Jalur pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah bisa diakses dari Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Jalur pendakian Gunung Slamet populer lain adalah dari Baturraden dan dari Desa Gambuhan, Desa Jurangmangu dan Desa Gunungsari, Kabupaten Pemalang. Pendakian Gunung Slamet dikenal cukup sulit karena hampir di sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air. Pendaki disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Faktor penyulit lain adalah kabut. Kabut di Gunung Slamet sangat mudah berubah-ubah dan pekat. Jalur pendakian lainnya adalah melalui obyek wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Meskipun terjal, rute ini menyajikan pemandangan yang paling baik. Kawasan Guci dapat ditempuh dari Slawi menuju daerah Tuwel melewati Lebaksiu.Namun pada hari Senin malam (10/3/2014) Jalur pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah ditutup oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi karena status gunung slamet naik menjadi waspada level II.

Gunung Slamet Jawa Tengah

Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 meter dpl merupakan gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa. Gunung Slamet tepatnya berlokasi di di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan gunung yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa.

Gunung Slamet

Gunung Slamet  Jawa Tengah


Gunung Slamet cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Di kaki gunung ini terletak kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas karena hanya berjarak sekitar 15 km dari Purwokerto.

Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Catatan letusan diketahui sejak abad ke-19. Gunung ini aktif dan sering mengalami erupsi skala kecil. Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar.Sebelumnya tercatat gunung slamet meletus pada tahun 1999.Gunung slamet merupakan salah satu objek wisata di jawa tengah.

Gunung Slamet  Jawa Tengah

Jalur pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah standar adalah dari Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Jalur pendakian Gunung Slamet populer lain adalah dari Baturraden dan dari Desa Gambuhan, Desa Jurangmangu dan Desa Gunungsari, Kabupaten Pemalang.

Pendakian Gunung Slamet dikenal cukup sulit karena hampir di sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air. Pendaki disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Faktor penyulit lain adalah kabut. Kabut di Gunung Slamet sangat mudah berubah-ubah dan pekat.

Jalur pendakian lainnya adalah melalui obyek wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Meskipun terjal, rute ini menyajikan pemandangan yang paling baik. Kawasan Guci dapat ditempuh dari Slawi menuju daerah Tuwel melewati Lebaksiu.

Sunday, March 9, 2014

Daftar Objek Wisata Jawa Tengah

Objek Wisata Jawa Tengah merupakan salah satu daerah tujuan utama wisata di Indonesia yang memiliki daya tarik wisata budaya dan alam yang beraneka ragam, beberapa diantara daya tarik budaya yang banyak dikenal di Jawa Tengah adalah peninggalan situs-situs purbakala seperti Candi Borobudur, Prambanan dan lain-lain. Bahkan bisa dikatakan hampir seluruh candi-candi besar dan terkenal yang terdapat di Indonesia terletak di jawa Tengah. Selain itu Jawa Tengah juga terkenal dengan wisata peninggalan kejayaan kerajaan Islam dan Jawa berupa bangunan-bangunan Keraton, Mesjid serta Makam Raja-Raja.

Objek Wisata Jawa Tengah

Peta Objek Wisata Jawa Tengah
Selain wisata peninggalan budaya, di Objek Wisata Jawa Tengah anda juga dapat mengunjungi beragam objek wisata alam berupa pegunungan yang berhawa sejuk, melakukan aktifitas petualangan seperti mendaki gunung, berkemah, penjelajahan lembah, gunung dan hutan, juga menikmati objek-objek wisata pantai, gua alam, air terjun dan lain sebagainya.

Jawa Tengah juga kaya dengan kreatifitas seperti seni ukiran Jepara yang sudah sangat terkenal sampai ke luar negeri, juga kerajinan lain seperti batik, kerajinan kuningan, pahat batu, keramik, tatah sungging wayang dan lain-lain.

Untuk anda yang senang mencicipi makanan atau berwisata kuliner, terdapat banyak pilihan makanan khas yang dapat anda cicipi seperti Wingka Babat, Bandeng Presto, Kacang Dieng, Keripik Jamur, Carica Kawis dan lain-lain.

Beberapa objek wisata yang dapat anda kunjungi di Objek Wisata Jawa Tengah antara lain :

CANDI BOROBUDUR.

Candi Borobudur adalah salah satu objek peninggalan masa lampau terbaik di dunia, bahkan Borobudur pernah dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban yang ada di dunia.

CANDI PRAMBANAN.

Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Berlokasi di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Baca Selanjutnya..

DATARAN TINGGI DIENG

Dataran Tinggi Dieng terletak di Banjarnegara dan Wonosobo merupakan salah satu objek wisata unggulan di Jawa Tengah, menawarkan suasana pegunungan yang berudara dingin serta banyak objek wisata menarik yang dapat anda kunjungi.

PEMANDIAN AIR PANAS GUCI, TEGAL.

Pemandian air panas Guci merupakan objek wisata yang merupakan petilasan Sunan Gunungjati dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia.

KLENTENG SAM POO KONG (GEDUNG BATU), SEMARANG.

Dikisahkan bahwa seorang utusan dari Tiongkok yang bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang sempat membangun sebuah tempat peribadatan berupa Klenteng. Pada saat itu beliau sedang dalam perjalanannya menuju negara-negara di Asia. Baca Selanjutnya..


KETEP PASS, MAGELANG.

Ketep Pass atau Bukit Ketep merupakan sebuah bukit yang terletak di Desa Ketep, Magelang dan berada pada ketinggian sekitar 1.200 Meter di atas permukaan laut. Baca Selanjutnya..

KEPULAUAN KARIMUNJAWA

Salah satu objek wisata bahari unggulan di Jawa Tengah ialah kepulauan Karimunjawa yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara, juga satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang dipisahkan lautan dengan daratan Jawa. Baca Selanjutnya..

GEDUNG LAWANG SEWU, SEMARANG.
Gedung Lawang Sewu sejatinya merupakan sebuah bangunan gedung dengan pintu yang jumlahnya banyak. Gedung ini awalnya difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api milik Belanda.

MOUNTAIN RESORTS TAWAMANGU, SURAKARTA.
Objek wisata alam Tawangmangu merupakan sebuah tempat sejuk di pegunungan dengan pemandangan indah juga air terjun yang memukau yaitu air terjun Grojogan Sewu yang memiliki ketinggian sekitar 81 meter.

CURUG SEWU, SEMARANG.
Curug Sewu atau air terjun seribu sejatinya merupakan obyek wisata air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian sekitar 70 meter. Baca Selanjutnya..

MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak merupakan situs peninggalan Islam tertua di Indonesia berupa sebuah mesjid kuno yang arsitekturnya masih perpaduan antara arsitektur jawa kuno pada masa kerajaan Hindu. Baca Selanjutnya..

MASJID KUDUS DAN MENARA KUDUS
Masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kalijaga pada abad ke 16 yang merupakan salah satu dari Walisanga, penyebar agama Islam yang terkenal di Pulau Jawa. 

BATURADEN, PURWOKERTO.
Baturaden adalah sebuah objek wisata alam yang terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Baturaden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet.

CANDI GEDONG SONGO, SEMARANG.
Candi Gedong Songo merupakan komplek candi yang terletak di perbukitan dengan jumlah sembilan candi. Untuk dapat menunjunginya, anda bisa menyewa kuda yang banyak terdapat di tempat wisata ini dengan harga sekitar Rp. 50.000.

RAWA PENING, AMBARAWA.
Taman Wisata Rawa Pening merupakan sebuah danau dengan luas sekitar 2.670 hektare dan terletak di daerah Ambarawa, tepatnya terdapat di antara jalan Raya Semarang – Salatiga.

KAWASAN BANDUNGAN, AMBARAWA.
Kawasan Bandungan merupakan daerah wisata pegunungan yang terdapat di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Daerah ini memiliki udara yang sejuk dan jauh dari polusi serta pemandangan alamnya yang indah.

MUSEUM KERETA API AMBARAWA.
Waktu seakan berhenti di tempat ini. Museum kereta Api Ambarawa awalnya merupakan stasiun Ambarawa yang dialih fungsikan menjadi Museum

Daftar Objek Wisata Jawa Tengah

Dan Masih banyak lagi Daftar Objek Wisata Jawa Tengah yang bisa menjadi destinasi utama liburan Anda di sekitarnya.Jadi terus ikuti positng selanjutnya tentang Objek Wisata Jawa Tengah.

Gunung Merapi Yogyakarta Semburkan Abu Vulkanik

Gunung Merapi Yogyakarta Semburkan Abu Vulkanik pada pagi ini Senin 10 Maret 2014 jam 07.15 WIB dan masih terjadi dengan intensitas ringan namun warga sekitar gunung merapi diharap tetap tenang oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio.

Gunung Merapi Yogyakarta

Warga sekitar gunung merapi yogyakarta juga menyaksikan kepulan asap membumbung tinggi di puncak Gunung Merapi. Hujan abu juga menyebar hingga lereng Gunung Merbabu.
"Masyarakat di Kecamatan Kemalang sisi atas merasakan hujan abu tipis. Itu dirasakan mulai sekitar pukul 07.15 WIB. Sampai saat ini, pukul 08.31 WIB, hujan abu masih dirasakan," ujar Komandan SAR Kabupaten Klaten, Pandu Wirabangsa, Senin (10/3/2014)‎ pagi.

Pandu mengatakan, warga tidak merasakan adanya letusan ‎namun warga mengaku melihat kepulan asap membumbung tinggi beberapa saat sebelum hujan abu terjadi. ‎"Gunung Merapi Yogyakarta Semburkan Abu Vulkanik intensitas ringan. Tidak ada kepanikan pada warga. Meskipun kami tetap waspada namun hingg saat ini aktivitas warga di lereng Merapi sisi timur yang masuk Kabupaten Klaten tetap berjalan normal," ujar Pandu.

Gunung Merapi Yogyakarta Semburkan Abu Vulkanik

Gunung Merapi Yogyakarta Semburkan Abu Vulkanik juga ‎dirasakan warga di lereng utara Gunung Merapi yang masuk Kecamatan Selo, Boyolali Jawa Tengah. Menurut Mujiyanto, relawan Jalin Merapi, hujan abu tipis juga dirasakan di Dukuh Gesikan, Desa Jrakah, Solo. Lokasi kampung tersebut justru telah berada di lereng Gunung Merbabu, gunung yang besebelahan dengan Merapi, tepatnya persis di sebelah utara Merapi. Hingga berita ini dilaporkan, tidak ada tanda-tanda hujan abu akan meluas ‎ke kawasan selain seputaran Gunung Merapi Yogyakarta.

Gunung Merapi Sleman Yogyakarta Jawa Tengah

Gunung Merapi Sleman Yogyakarta Jawa Tengah - memiliki ketinggian puncak gunung 2.968 m dpl, yang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali seperti halnya yang terjadi pada wisata gunung bromo dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak.

Data Riwayatnya Gunung Merapi Sleman Yogyakarta Meletus, 
Gunung Merapi Sleman Yogyakarta Jawa Tengah

Meletus Gunung Merapi 2006


Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Gunung Merapi Sleman Yogyakarta akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik - artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.

1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.

8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09:40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman

Meletus Gunung Merapi 2010

Peningkatan status dari "normal aktif" menjadi "waspada" pada tanggal 20 September 2010 direkomendasi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Setelah sekitar satu bulan, pada tanggal 21 Oktober status berubah menjadi "siaga" sejak pukul 18.00 WIB. Pada tingkat ini kegiatan pengungsian sudah harus dipersiapkan. Karena aktivitas yang semakin meningkat, ditunjukkan dengan tingginya frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik, sejak pukul 06.00 WIB tangggal 25 Oktober BPPTK Yogyakarta merekomendasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi "awas" dan semua penghuni wilayah dalam radius 10 km dari puncak harus dievakuasi dan diungsikan ke wilayah aman.

Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.[12] dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernapasan.

Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB.[13] Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada tanggal 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.

Namun demikian, berbeda dari karakter Merapi biasanya, bukannya terjadi pembentukan kubah lava baru, malah yang terjadi adalah peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas sejak 3 November. Erupsi eksplosif berupa letusan besar diawali pada pagi hari Kamis, 4 November 2010, menghasilkan kolom awan setinggi 4 km dan semburan awan panas ke berbagai arah di kaki Merapi. Selanjutnya, sejak sekitar pukul tiga siang hari terjadi letusan yang tidak henti-hentinya hingga malam hari dan mencapai puncaknya pada dini hari Jumat 5 November 2010. Menjelang tengah malam, radius bahaya untuk semua tempat diperbesar menjadi 20 km dari puncak. Rangkaian letusan ini serta suara gemuruh terdengar hingga Kota Yogyakarta (jarak sekitar 27 km dari puncak), Kota Magelang, dan pusat Kabupaten Wonosobo (jarak 50 km). Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik diketahui telah mencapai Tasikmalaya, Bandung, dan Bogor.

Bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin juga mengancam kawasan lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di sekitar puncak Merapi. Pada tanggal 5 November Kali Code di kawasan Kota Yogyakarta dinyatakan berstatus "awas"

Letusan kuat 5 November diikuti oleh aktivitas tinggi selama sekitar seminggu, sebelum kemudian terjadi sedikit penurunan aktivitas, namun status keamanan tetap "Awas". Pada tanggal 15 November 2010 batas radius bahaya untuk Kabupaten Magelang dikurangi menjadi 15 km dan untuk dua kabupaten Jawa Tengah lainnya menjadi 10 km. Hanya bagi Kab. Sleman yang masih tetap diberlakukan radius bahaya 20 km.

Jalur Pendakian Gunung Merapi Sleman Yogyakarta Jawa Tengah

Gunung Merapi Sleman Yogyakarta merupakan obyek wisata jawa tengah yang populer untuk pendakian karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sèlo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Tlogolele. Desa ini terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu sekitar lima jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.